Skip to main content
facebook

50% Berita Palsu Berasal dari Unggahan Facebook

Jakarta – Facebook nyatanya jadi medium untuk bebrapa website yang menerbitkan berita palsu serta bebrapa website partisan untuk mencapai pembaca mereka. Sekian menurut data yang dihimpun oleh perusahaan yang beroperasi di sektor analisa pemasaran, Jumpshot.

Perusahaan ini temukan kalau sebagian dari bebrapa website itu memperoleh kian lebih 70 % traffic di piranti desktop lewat penghubung Facebook. Demikian sebaliknya, bebrapa website berita kredibel, seumpama New York Times, cuma mengantongi kurang dari 30 % traffic di piranti desktop dari media sosial itu.

Diambil dari Quartz, Jumat (2/12/2016), Jumpshot menyatukan data dari kian lebih 20 website berita palsu, partisan, serta website berita kredibel sepanjang September sampai November.

Keseluruhannya, Jumpshot temukan kalau website berita palsu serta website partisan memperoleh 50 % traffic mereka dari Facebook. Sesaat website berita kredibel cuma mencapai 20 % traffic mereka dari media sosial dengan jumlah pemakai paling banyak didunia itu.

Kenyataan lain yang tersingkap dari data Jumpshot, berita-berita palsu yang mengedar keduanya sama popular baik di negara sisi dengan basis laga Republik ataupun Laga Demokrat.

Mengenai instansi nonprofit yang beroperasi di sektor jurnalisme Poynter Institute sempat juga melaunching data sama. Data itu mengatakan kalau Facebook begitu bertindak vital untuk persebaran berita palsu.

Berkenaan dengan hal semacam ini, founder serta CEO Facebook Mark Zuckerberg menolak kalau jejaring sosialnya jadi medium penyebaran berita palsu serta merubah pemilu. Bahkan juga, pria yang akrab disapa Zuck ini menyebutkan kalau Facebook meningkatkan tool spesial untuk dapat menangani peredaran berita palsu di servicenya. (Why)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *