Skip to main content
tanda-tangan-digital

Kemenkominfo Sedang Gencar Serukan Tanda Tangan Digital

Jakarta – Kementerian Komunikasi serta Informatika menyebutkan pemberlakuan sinyal tangan digital sebagai pengganti sinyal tangan basah membuat perlindungan orang-orang dalam lakukan transaksi elektronik.

Staf Spesial Menteri Kominfo Lis Sutjiati di sela-sela workshop pemakaian sinyal tangan digital atau sinyal tangan elektronik pada seribu warga di Depok, Selasa, 6 Desember 2016, menyampaikan sinyal tangan digital yaitu stempel autentikasi elektronik yang dienkripsi pada info digital, seperti pesan e-mail, makro, atau dokumen elektronik.

Pemerintah, dia meneruskan, semakin lebih pro aktif membuat perlindungan dari potensi kejahatan cyber yang semakin ramai berlangsung. Ke depan, pemakaian sinyal tangan digital itu mempunyai tujuan membuat perlindungan data-data dokumen. ” Saat ini kan telah beberapa orang yang gunakan e-mail, ditambah lagi service umum telah e-government. Karenanya, orang-orang Indonesia mesti mempunyai jati diri digital. Sinyal tangan mengkonfirmasi kalau info datang dari pemberi tanda tangan serta belum dirubah, ” tuturnya.

Dalam acara itu, ada sekitaran seribu orang yang terdiri atas kelompok mahasiswa, petinggi, serta entrepreneur. Aktivitas ini mempunyai tujuan tingkatkan kesadaran orang-orang begitu utamanya pemakaian sinyal tangan digital pada transaksi elektronik manfaat membuat perlindungan orang-orang dari potensi kejahatan cyber di masa digital.

Menurutnya, perubahan tehnologi serta basis digital mendorong nilai transaksi elektronik di Indonesia menembus angka Rp 440 triliun, walau sebenarnya th. 2013 baru Rp 130 triliun. Bahkan juga peta jalan Kementerian Komunikasi serta Informatika mencanangkan tujuan nilai e-commerce pada 2020 meraih Rp 1. 600-2. 000 triliun.

Sekarang ini, kata dia, telah ada sembilan kota untuk sosialisasi serta setelah itu bakal ada enam kota besar yang didatangi Kementerian. Kota yang dikunjungi tidak cuma di Pulau Jawa, namun juga diluar Jawa.

Ia menerangkan, sinyal tangan digital meraih 10 ribu. Untuk bikin sinyal tangan digital, dibutuhkan sertifikat sinyal tangan yang menunjukkan jati diri. Dia menyampaikan, saat kirim dokumen yang di tandatangani dengan cara digital, orang-orang juga kirim sertifikat serta kunci umum yang dipunyai.

Sertifikat di keluarkan oleh otoritas sertifikasi serta umumnya berlaku sepanjang setahun. Kemudian, pemberi tanda tangan mesti memperbarui atau memperoleh sertifikat sinyal tangan yang baru untuk mengambil keputusan jati diri.

” Kami mengajak industri, orang-orang, serta lembaga pemerintah berkaitan untuk bergerak maju meraih maksud yang dicanangkan dalam Peta Jalan Perdagangan Digital Indonesia, ” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *