Skip to main content
Screenshot_3

Media sosial menyuburkan tren selfie

Terakhir beberapa orang gandrung dengan selfie ataupun wefie. Tingkah laku itu rupa-rupanya jadi trend sekarang ini serta benar-benar digunakan oleh produsen smartphone. Sebut saja ada OPPO, VIVO, Coolpad, Infinix, LG, serta lain sebagainya.

Semasing produsen berlomba mengerti hasrat customer waktu lakukan swafoto ataupun wefie. Seringkali, mereka terang-terangan mengambil sikap mengunggulkan ranah kamera. Produsen smartphone kali awal yang menasbihkan kelebihan kameranya yaitu OPPO. Disusul dengan produsen-produsen lain yang tidak ingin ketinggal.

Lalu, hingga kapan trend ini selalu berjalan?

Media Engagement OPPO Indonesia, Aryo Meidianto menyampaikan, sejatinya selfie ataupun wefie selalu diperlukan oleh beberapa pemakai smartphone. Pasalnya, beberapa peristiwa mengabadikan photo waktu berkumpul bisa disebut harus serta tidak dapat dielakan. Terutama dengan aktifnya beberapa orang di sosial media, jadi menyuburkan juga trend selfie atau wefie makin lama.

” Sepanjang sosial media masih tetap ada, selfie masih tetap selalu berlanjut, ” katanya.

Mengacu dari data yang pernah launching oleh Google pada 2014 lantas mengatakan kalau sejumlah 93 juta photo selfie yang diupload lewat system operasi Android sehari-harinya serta peluang salah satunya diunggah di sosial media. Atas basic itu, pernyataan Aryo diatas memanglah berkorelasi dengan histori panjang selfie.

Th. 2004 adalah awal kali nampak hastag #selfie. Tak tahu darimana arti ini nampak. Saat itu, booming website sharing photo bernama Flickr. Alhasil, Flickr jadikan media untuk sama-sama sharing photo.

Pada akhirnya, seiring waktu berjalan nampak juga sosial media yang dapat mengaktualisasikan diri dengan bermacam photo termasuk juga selfie. Berikut yang lalu jadi cikal akan menjamur selfie yang didorong dengan juga piranti mobile seperti smartphone.

Menurut gadget enthusiast, Lucky Sebastian, jauh sebelumnya trend selfie menjamur, sejatinya kamera depan pada smartphone lebih untuk mensupport video call semata. Tetapi sesuai dengan keperluan serta perubahan tehnologi, jadi rencana itu juga beralih. Terutama, ada sarana untuk menghadirkan photo lewat sosial media.

” Dahulu kamera depan pada smartphone di ciptakan sesungguhnya lebih untuk mensupport video call. Maka dari itu di buat dengan mega piksel kecil supaya data yang diantar tak besar, namun nyatanya makin lama beralih jadi kamera untuk selfie. Tren ini dapat berkembang karna ada sarana untuk menghadirkannya, ” kata dia.

Jadi, sepanjang tehnologi kamera smartphone selalu berkembang serta di dukung aplikasi yang bagus serta kreativitas pembuat tren selfie tetaplah ada, Lucky yakini tren ini akan tidak memudar kurun waktu dekat.

” Belum lagi ada tren style selfie yang senantiasa berubah-ubah, contoh bibir yang sedikit monyong di kenal dengan duckface, hiasan sticker, dan sebagainya. Jadi, kelihatannya tak kurun waktu dekat, hingga kita miliki kultur yang baru. Sepanjang orang masih tetap suka dikomentari bagaimana mereka tampak di sosial media, trend ini masih tetap selalu bakal ada, ” terangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *