Skip to main content
Screenshot_14

Microsoft Ungkap Software Palsu Kini Sudah Merambat ke Marketplace

Microsoft kelihatannya mulai jengah pada ramainya penjualan perangkat lunak palsu yang telah merembet di beberapa marketplace Indonesia. Mereka juga pada akhirnya mulai ambil langkah tegas untuk mengidentifikasi hal itu lewat Tim Microsoft Digital Crimes Unit (DCU).

Termasuk juga di dalamnya yaitu bekerja bersama dengan beberapa Internet Service Provider (ISP) serta Computer Emergency Response Team (CERTs) di lingkungan pemerintahan untuk menangani serangan siber. Aksi ini diinginkan dapat meminimalkan bahaya serangan siber untuk customer, baik individu ataupun organisasi.

Sebagai hasil dari rangkaian aksi yang sudah di ambil, sebagian penjual ada yang mengaku kekeliruan mereka dalam jual perangkat lunak palsu serta atau meletakkan sertifikat keaslian palsu di barang dagangan semasing. Sebagai contoh, pada Februari 2017, reseller daring seperti Suryabaru IT di Surabaya, Kamar 56 di Jakarta, serta Inotech di Bandung, dan beberapa toko seperti Notebook ASEAN serta Ruphen Shop di Jakarta, menerbitkan iklan keinginan maaf pada pelanggan lewat sebagian media bikin ataupun online.

Berkaca dari itu, memanglah tingkat pemalsuan barang, termasuk juga perangkat lunak, di Indonesia memanglah masihlah ada di angka yang mencemaskan. Studi paling akhir yang dikerjakan Orang-orang Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) serta Fakultas Ekonomi Kampus Indonesia meletakkan tinta printer (49, 4 %), baju (38, 9 %), barang dari kulit (37, 2 %), serta perangkat lunak (33, 5 %) sebagai daftar barang dengan angka pemalsuan paling tinggi di Indonesia. Satu kondisi yang menyebabkan kerugian pada ekonomi nasional sampai Rp 65, 1 triliun dan hilangnya pendapatan dari pajak tak segera atas penjualan perangkat lunak asli sampai Rp 424 miliar.

” Usaha kurangi bahaya serta kerugian yang disebabkan oleh peredaran barang palsu bisa terwujud bila beberapa pemangku kebutuhan perlindungan customer, dari mulai produsen, penjual, penegak hukum, sampai orang-orang sendiri setuju untuk bersinergi, ” tutur Juicetisiari P. Kusumah, Sekretaris Jenderal, MIAP.

Aksi yang sudah digerakkan diinginkan bisa mendorong terwujudnya transaksi dagang yang lebih sehat di Indonesia. Sebab, satu diantara penyebabnya paling utama tingginya angka penjualan serta pemakaian barang palsu yaitu kurangnya sanksi riil pada beberapa penjual ataupun customer. Kian lebih 64 % customer terasa mustahil diadili meskipun mereka memakai barang palsu, sesaat kian lebih 32 % penjual mengakui kerap alami razia, namun tak terserang sanksi hukum.

” Sepanjang periode waktu tiga bln., Microsoft DCU sukses mengidentifikasi sekurang-kurangnya 23 penjual perangkat lunak palsu yang beroperasi di e-commerce. Sekarang ini, kami tengah mengolah aksi hukum untuk tiga salah satunya. Kami juga tengah bekerja sama juga dengan MIAP serta pemerintah untuk menindaklanjuti beberapa penjual perangkat lunak palsu yang lain. Maksud akhir kami yaitu meyakinkan supaya pelanggan terproteksi dari bahaya pemakaian perangkat lunak yang di jual oleh pihak-pihak yg tidak bertanggungjawab, ” ungkap Linda Dwiyanti, Consumer Channels Grup Director, Microsoft Indonesia.

Baca Juga Tentang Harga  : Elektronik Rumah Tangga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *