Skip to main content
Screenshot_2

Tantangan Baru Bagi Blackberry dan Nokia Yang Ingin Kembali Ramaikan Pasar Indonesia

Sesudah BlackBerry meluncurkan smartphone Android Aurora minggu ini, serta HMD Global melaunching smartphone Nokia di MWC 2017 minggu lantas, instansi penelitian IDC meramalkan keduanya akan mempunyai tantangan besar untuk kembali pada pasar Indonesia.

Keadaan pasar dinilai sudah beralih mulai sejak BlackBerry serta Nokia nikmati saat kejayaannya. Ketatnya pertandingan dalam beragam bentuk diakui bakal jadi penghalang untuk perkembangan market share Nokia serta Blackberry, terlebih di pasar smartphone.

IDC lihat dengan berpindah ke Android bakal dapat untuk lebih di terima di pasar smartphone Indonesia. Walau demikian, pasar smartphone di Indonesia sekarang ini juga telah dipenuhi oleh vendor hp asal China yang lebih agresif, seperti Oppo, Vivo, serta Xiaomi.

“ (Smartphone) Nokia serta BlackBerry memanglah mempunyai spesifikasi yang mumpuni, tetapi mereka diletakkan pada rentang harga yang telah dipenuhi oleh vendor-vendor asal China, ” kata Risky Febrian, Associate Market Analyst, Mobile Phone, IDC Indonesia dalam info tercatat yang di terima KompasTekno, Jumat (10/3/2017).

Seorang memegang hp baru garapan HMD Global, Nokia 3310, pada hari awal arena Mobile World Congress di Barcelona, Spanyol, Senin (27/2/2017).
Vendor-vendor itu menurut Risky sudah berhasil tidak cuma dalam pemilihan harga nya, namun dengan juga feature popular, seperti kamera selfie yang diatas rata-rata.
Baca : Menimbang Kesempatan BlackBerry KeyOne Di jual di Indonesia

” Disanalah letak tantangan untuk Nokia serta BlackBerry, yakni mempunyai spesifikasi yang mumpuni saja belum cukup untuk menarik perhatian customer, ” tambah Risky.

Regulasi TKDN juga dimaksud Risky bakal jadi tantangan selanjutnya. Pemerintah Indonesia sudah mengambil keputusan kalau semua hp 4G mesti penuhi tingkat kandungan lokal sebesar 30 % di th. 2017.

Meskipun regulasi ini akan tidak punya pengaruh pada Blackberry Aurora, lantaran telah memenuhinya, regulasi ini bakal tetaplah punya pengaruh pada smartphone Nokia yang lain, dimana sistem pemenuhan kriteria itu bisa berjalan lama.

Tentang bagaimana Nokia bakal penuhi kriteria regulasi ini masihlah belum bisa di pastikan sampai sekarang ini.

“Bagaimanapun juga, Nokia serta BlackBerry mesti memusatkan konsentrasi pada kiat pemasaran di Indonesia, yakni dengan melalukan aktivitas promosi yang gencar seperti memakai kesibukan kampanye below the line serta above the line yang telah dapat dibuktikan bisa mendorong penjualan di Indonesia, ” tutur Risky.

Baca Juga Harga Tentang : Kesehatan & Kecantikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *